Jumat, 10 Maret 2017

Project Pop, Band Parodi yang Terlupakan



Hingga saat ini, musik era 90-an masih memberikan kesan manis bagi para penikmatnya. Gimana enggak? Hampir semua genre musik tercipta kala itu. Mulai dari slow rock-nya Gigi dan Padi, ada power metalnya Jamrud dan Boomerang, ada lagu “Marsmellow”-nya D’Cinnamons dan Mocca, dan ada juga lagu ska dari Tipe X. Dengan beragamnya genre yang ada, penikmat musik hanya tinggal memilih sesuai dengan selera mereka. Asyik kan?

Ditengah hingar bingarnya musik Indonesia, pasti ada diantara kita yang mungkin melupakan grup band yang satu ini. Bukan grup band sih sebenarnya, tapi grup lawak yang menyaru sebagai grup musik. Merekalah Project Pop.

Selasa, 13 Desember 2016

Go Green dari Rumah Sendiri




Adalah suatu hal yang sia-sia jika seseorang menyerukan gerakan ramah lingkungan atau go green jika ia sendiri tidak mau berubah. Padahal, langkah perubahan sederhana saja, dari diri sendiri, dari rumah sendiri.

Selasa, 06 Desember 2016

Indonesia Trash Television Awards 2016




Ladies and gentleman…

Indonesia Trash Television Awards datang lagiii!!! Ajang satu tahunan ini tak henti-hentinya memberikan penghargaan kepada program acara di televisi Indonesia yang dianggap paling buruk dan paling tidak mendidik selama satu tahun belakangan imi.

Di hajatannya yang ke-2 ini, ITTA mengusung konsep dan tampilan baru. Konsep ini sengaja dibuat lebih catchy dan menarik agar penonton lebih mudah menangkap apa yang tersirat dan tersurat. 

 
Berbeda dengan tahun kemarin, Indonesia Trash television Awards 2016 akan menyuguhkan 8 kategori. Dari 8 kategori ini, tim juri akan menghadirkan 5-6 nominator dan kemudian akan diseleksi menjadi satu pemenang.

Siapa sih yang kenal yang namanya televise? Benda berbentuk kotak ini memang hampir setiap hari kita pantengin dari pagi sampai malem.

Eits… itu dulu bro! ketika televisi masih menyuguhkan beranekaragam tayangan menarik dan bermanfaat.

Bagaimana dengan sekarang? Joget ayan, lawakan garing, hingga acara monoton setiap hari seakan menghasut penonton Indonesia untuk segera membanting TV mereka.

Sebenarnya, tak ada yang salah jika para stasiun TV ini terus menelurkan program absurd ini, toh perusahaan TV itu juga milik mereka. Yang salah adalah mereka menggunakan FREKUENSI PUBLIK. Mau tak mau, public Indonesia terus dicekoki dengan program absurd ini.

Hasilnya sangat timpang. Disatu pihak stasiun televisi mendapat untung hingga trilliunan rupiah lewat iklan dan sponsor, dipihak lain public Indonesia mendapat ajaran pembodohan berkedok hiburan. Sadarkah kalian akan hal ini?

Berangkat dari fakta inilah Indonesia Trash Television Awards (ITTA) lahir. ITTA berusaha memilah dan memilih program mana saja yang pantas atau tidak pantas untuk ditonton agar publik Indonesia terhindar dari bibit-bibit pembodohan yang pelan-pelan menggerogoti mental kita.

And here we go...

Senin, 28 November 2016

Re-written My Dream



*Bersihin sarang laba-laba…*

Huft… enggak kerasa sudah genap sepuluh bulan blog ini terbengkalai dengan sadisnya. Jika diumpamakan binatang peliharaan sih… pasti blog ini bakal pergi meninggalkan majikannya karena sudah sepuluh bulan enggak dikasih makan!!

Kejem banget ya majikannya? Iya emang…

Tapi pasti ada alasannya dong kenapa sampai selama itu blog ini terbengkalai? Enggak lain dan enggak bukan adalah karena sang empunya blog sedang bersemedi di kaki gunung Semeru untuk meningkatkan jurus rawaronteknya. Eheheheh.. Becanda ding! Karena admin blog ini sedang menjalani dunia yang masih baru baginya yaitu “dunia kerja”. Alhamdulilaahh…

Toh enggak semuanya pekerjaan yang kita jalani berjalan mulus. Ada kalanya kita dihadapkan dengan pekerjaan yang kurang sesuai atau tak cocok dengan passion kita. Pekerjaan yang justru malah membuat kita tertekan dan tidak menikmatinya seperti kebanyakan orang normal lainnya. Hal inilah juga yang aku alami ketika baru pertama kali mencicipi dunia kerja.

Nah, dipostingan kali ini saya ingin membagikan pengalaman perihal pekerjaan pertama yang penuh lika-liku, keringat, dan derai air mata.

It’s gonna be a long story, dude, so segera pakai sabuk pengamanmu dan duduk dengan tenang.


Minggu, 31 Januari 2016

Smartphone, Dump Users

















Apa benda pertama yang digenggam sebagian orang setelah bangun tidur? Gawai alias gedget.

Apa benda pertama yang digenggam sebagian orang sebelum tidur malam?
Gawai alias gedget.

Gedget, gawai, smartphone, ponsel pintar atau apapun namanya adalah sebuah inovasi besar yang sukses merubah gaya hidup manusia. Hampir semua aspek kehidupan kita dipengaruhi, tergantung, bahkan “dikendalikan” oleh benda nan imut ini.

Enggak berlebihan sih, karena segala macam kegiatan bisa kita lakukan dengan smartphone bahkan ketika posisi mager sekalipun. Mulai dari hal hal sederhana seperti berkirim pesan hingga hal hal penting seperti memesan moda transportasi taksi maupun ojek, berbelanja, memantau kondisi kesehatan atau bahkan mencari jodoh, mampu dieksekusi dengan baik oleh smartphone ini. Maka tak heran smartphone telah menjelma bak asisten pribadi manusia disegala urusan.

Kata orang botak... eh! Kata orang bijak, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Begitupun dengan kebiasaan kita menggunakan smartphone ini. Faktanya, ternyata banyak dari kita yang terlalu berlebihan dalam penggunaannya, seperti berlebihan sharing tentang masalah pribadi, berlebihan dalam berbagi kabar dan informasi, dan yang paling parah adalah berlebihan dalam penggunaannya hingga lupa waktu dan tempat. Nah loo...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...