Minggu, 21 Mei 2017

Cerita Kopi dan Koran Pagi


Pagi yang indah. Embun masih menetes di ujung dedaunan. Burung burung bercericit riang dibalik rimbunnya pepohonan. Sesekali mereka turun membawa ranting untuk dijadikan rumah. Awan berarak laksana kapas di langit biru. Huft… rutinitas seperti biasa di pekarangan rumah.

Aku punya cara tersendiri untuk bisa menikmati pagi. Cukup sederhana, sediakan saja koran tertibatan hari ini dan secangkir kopi hitam yang uapnya masih mengepul, maka bisa dipastikan pagi itu akan terasa lebih khidmat dan syahdu.

Entah sejak kapan ritual ini aku mulai, tapi yang jelas hampir setiap pagi aku lakukan. Kalo dipikir pikir aneh juga, bukan? Saya yang masih remaja unyu-unyu begini baca koran? Kayak orang tua saja… huehehehe
 

Sabtu, 29 April 2017

Cryosleep dalam Film



Pernahkah kamu membayangkan hidup di masa depan dan melakukan perjalanan antargalaksi?
Bagaimana kamu bertahan hidup jika itu makan waktu puluhan hingga ratusan tahun dari bumi?

***
Film Sci-Fi (fiksi ilmiah) memang selalu menarik untuk ditonton. Dibantu dengan sentuhan efek CGI, genre film ini menghidupkan segala bentuk imagi seseorang yang diinterpretasikan ke dalam layar kaca. Segala hal tentang gambaran bumi di masa depan, perang antargalaksi, dan tak ketinggalan makhluk makhluk aneh hampir selalu ditampilkan dalam film-film Sci-Fi ini.

Terkadang (dan hampir pasti), film Sci-Fi juga menampilkan khayalan tingkat tinggi paling gila yang pernah diciptakan manusia. Salah satunya adalah perjalanan antargalaksi. Dengan bermodal pesawat luar angkasa supercanggih memungkinkan manusia bepergian dari satu galaksi ke galaksi lainnya dalam tempo singkat. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari mencari planet baru untuk didiami, tujuan ilmiah dan penelitian,  perdagangan, hingga memindahkan tahanan!

Jumat, 10 Maret 2017

Project Pop, Band Parodi yang Terlupakan



Hingga saat ini, musik era 90-an masih memberikan kesan manis bagi para penikmatnya. Gimana enggak? Hampir semua genre musik tercipta kala itu. Mulai dari slow rock-nya Gigi dan Padi, ada power metalnya Jamrud dan Boomerang, ada lagu “Marsmellow”-nya D’Cinnamons dan Mocca, dan ada juga lagu ska dari Tipe X. Dengan beragamnya genre yang ada, penikmat musik hanya tinggal memilih sesuai dengan selera mereka. Asyik kan?

Ditengah hingar bingarnya musik Indonesia, pasti ada diantara kita yang mungkin melupakan grup band yang satu ini. Bukan grup band sih sebenarnya, tapi grup lawak yang menyaru sebagai grup musik. Merekalah Project Pop.

Selasa, 13 Desember 2016

Go Green dari Rumah Sendiri




Adalah suatu hal yang sia-sia jika seseorang menyerukan gerakan ramah lingkungan atau go green jika ia sendiri tidak mau berubah. Padahal, langkah perubahan sederhana saja, dari diri sendiri, dari rumah sendiri.

Selasa, 06 Desember 2016

Indonesia Trash Television Awards 2016




Ladies and gentleman…

Indonesia Trash Television Awards datang lagiii!!! Ajang satu tahunan ini tak henti-hentinya memberikan penghargaan kepada program acara di televisi Indonesia yang dianggap paling buruk dan paling tidak mendidik selama satu tahun belakangan imi.

Di hajatannya yang ke-2 ini, ITTA mengusung konsep dan tampilan baru. Konsep ini sengaja dibuat lebih catchy dan menarik agar penonton lebih mudah menangkap apa yang tersirat dan tersurat. 

 
Berbeda dengan tahun kemarin, Indonesia Trash television Awards 2016 akan menyuguhkan 8 kategori. Dari 8 kategori ini, tim juri akan menghadirkan 5-6 nominator dan kemudian akan diseleksi menjadi satu pemenang.

Siapa sih yang kenal yang namanya televise? Benda berbentuk kotak ini memang hampir setiap hari kita pantengin dari pagi sampai malem.

Eits… itu dulu bro! ketika televisi masih menyuguhkan beranekaragam tayangan menarik dan bermanfaat.

Bagaimana dengan sekarang? Joget ayan, lawakan garing, hingga acara monoton setiap hari seakan menghasut penonton Indonesia untuk segera membanting TV mereka.

Sebenarnya, tak ada yang salah jika para stasiun TV ini terus menelurkan program absurd ini, toh perusahaan TV itu juga milik mereka. Yang salah adalah mereka menggunakan FREKUENSI PUBLIK. Mau tak mau, public Indonesia terus dicekoki dengan program absurd ini.

Hasilnya sangat timpang. Disatu pihak stasiun televisi mendapat untung hingga trilliunan rupiah lewat iklan dan sponsor, dipihak lain public Indonesia mendapat ajaran pembodohan berkedok hiburan. Sadarkah kalian akan hal ini?

Berangkat dari fakta inilah Indonesia Trash Television Awards (ITTA) lahir. ITTA berusaha memilah dan memilih program mana saja yang pantas atau tidak pantas untuk ditonton agar publik Indonesia terhindar dari bibit-bibit pembodohan yang pelan-pelan menggerogoti mental kita.

And here we go...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...