Senin, 13 April 2020

Seluk Beluk Sepak Bola Modern

 


Sejak ditemukan abad ke-3 sebelum masehi, mungkin tidak ada yang menyangka jika olahraga bernama sepakbola akan menjadi olahraga paling populer di planet Bumi.   

Pijakan besar sepakbola modern terjadi pada tanggal 21 Mei 1904 dimana Federasi Sepakbola Internasional atau FIFA terbentuk. Federasi ini dibuat oleh badan olahraga sepakbola yang sudah lebih dulu dibentuk yaitu: USFA (Perancis), UBSSA (Belgia), DBU (Denmark), NVB (Belanda), Madrid FC (Spanyol), SBF (Swedia), dan ASF (Swiss)1. Mereka semua berkumpul dengan harapan lahirnya sebuah wadah kerjasama asosiasi sepakbola di seluruh dunia.


Minggu, 05 Januari 2020

Earphone, Headphone, atau Speaker?



Hari gini, siapa sih yang enggak suka dengerin musik? Bagi sebagian orang, musik sudah jadi kebutuhan primer saja selain makan dan tidur. Para fans nya pun tersebar hingga berbagai kalangan. Tua-muda, besar kecil, janda duda, semua suka musik.

Dengan adanya perkembangan teknologi yang ada semakin memanjakan para penikmat musik. Layanan streaming lagu misalnya, dengan menginstal aplikasi spo*ify dan jo*x memungkinkan kamu memiliki jutaan lagu dari seluruh dunia yang bisa di akses hanya di smartphone.

Nah... itu baru tentang lagu. Bagaimana dengan hardware atau alat pemutar musiknya? Kamu yang hidup di zaman sekarang sungguh beruntung. Jika dulu mbah buyut kita harus merogoh kocek yang enggak sedikit untuk membeli radio buat mendengarkan lagu favorit, sekarang kita juga kudu nabung demi membeli smartphone dan aksesorisnya. Eh... apa bedanya ya? Hmm..

Pokoknya, sekarang ini banyak sekali alternatif buat kita dengerin musik. Pengen dengerin musik sambil santuy? Ada earphone. Pengen kualitas suaranya lebih jernih? Ada Headphone. Pengen dengerin musik sampai kaca jendela geter? Ada speaker. Bagi penikmat musik sejati, untuk mencapai puncak kenikmatan musik alias eargasm memang membutuhkan usaha yang lebih.

Ketiga gadget itu adalah alat yang umum digunakan oleh para musicholic. Dan ketiganya memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Nah.. di artikel kali ini saya ingin mengupas tuntas plus minus dari ketiga gadget diatas berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Sabtu, 28 Desember 2019

James Bond yang Sebenarnya



“Vodka Martini... shaken, not stirred”

Buat kamu penggemar film pasti dong tidak asing dengan jargon diatas. Yap!Tul, banget! Itu adalah resep minuman dari agen spionase MI6 yang punya sembilan nyawa: James Bond.

Sejak kemunculan pertamanya tahun 1962, serial James Bond menjadi franchise bertema mata-mata tersukses dalam sejarah perfilman dunia. Setiap seri-nya selalu ditunggu-tunggu jutaan pecinta film. Sejak era Sean Connary hingga era Daniel Craig. Setiap adegannya punya sisi cerita yang menarik dengan aksi bertensi tinggi, gadget yang super canggih, hingga deretan Bond Girl yang tidak hanya cantik tapi juga smart dan tentu saja seksi. Maka jangan heran apabila James Bond menjadi inspirasi dengan lahirnya film film bertema serupa seperti Mission Impossible atau Jason Bourne.

Bukan hanya kesuksesan secara global, film James Bond juga menjadi panutan dalam pop-culture modern. Pemeran Bond yang tergambar maskulin seperti hobi minum, jago berantem, naik mobil mewah, memakai setelan mahal, dan perayu wanita kelas wahid  banyak penikmat film men-cap dirinya sebagai gambaran pria sejati. Sehingga James Bond menjadi ikonografi bagi semua pria di dunia.

Dan tak terasa sudah 60 tahun James Bond beraksi. Sudah ribuan penjahat dan ratusan wanita berhasil ditaklukannya. Sulit rasanya buat saya untuk tidak mencantumkan dalam daftar tunggu film paling dinanti tiap tahunnya. Dari sini pikiran liar sayapun beraksi. Dari semua pemeran James Bond yang ada, siapakah yang layak menjadi James Bond yang sebenarnya? Siapakah aktor yang berhak menjadi aktor James Bond terbaik sepanjang masa?

Nah, di artikel kali ini saya ingin membahas semua itu. Eits! Tapi sebelum kita beranjak ke pembahasan saya harus ingatkan ke kalian dulu jika artikel ini mengandung banyak spoiler dari film film terdahulunya.

Organisasi Penyelamat Bumi



Bumi sedang sekarat, itu sudah jadi rahasia umum. Deforestasi tanpa reboisasi, overfishing, perburuan dan perdagangan gelap hewan liar, penggalian tambang secara membabi buta adalah suatu bentuk pemerkosaan manusia terhadap alam.

Dampaknya memang mulai kita rasakan sekarang. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, perubahan iklim global adalah banyak konsekuensi dari apa yang telah kita perbuat. Namun, secara arogan, manusia justru menyalahkan alam yang dianggap tidak bersahabat lagi kepada manusia.

Untungnya, tidak semua manusia berpikiran sama. Seperti hukum sebab-akibat, mereka percaya bahwa bencana adalah konsekuensi dari apa yang manusia lakukan selama ini. Mereka juga percaya bahwa jika kekilafan ini terus dipelihara maka anak cucu manusia di masa datang yang akan mnanggungnya.

Mereka ini tergabung dalam organisasi penyelamat bumi. Dengan gagah berani mereka memperjuangkan hak hak penghuni bumi agar sama rata. Tidak ada penindas dan tertindas, tidak ada superior dan inferior, semua makhluk di bumi harus hidup berdampingan tanpa merusak satu sama lain. Organisasi penyelamat bumi adalah laskar lingkungan yang tergabung dalam organisasi di bawah ini:

Minggu, 24 November 2019

Cerpen | Delirium



Lampu telah dimatikan satu jam yang lalu, tapi mataku masih saja sulit terpejam. Sekumpulan Spectre melintas untuk yang ke-23 kalinya malam ini. Meninggalkan getaran hebat di dinding kabin kami. Apakah ini yang membuatku sulit terpejam? Tentu saja tidak. Aku sudah terlalu terbiasa tidur dalam kondisi seperti ini.

Sesekali mataku melirik ke tempat tidur seberang. Anita, bibiku terlihat tidur dengan pulas. Syukurlah, pikirku dalam hati. Paling tidak malam ini kami terhindar dari amarah tetangga kabin yang sering terganggu akibat igauan dan racauan Bibi Anita tiap malam.

Namaku Aletta. Aku lahir jauh dari masa yang kalian kenal sekarang. Masa dimana tak kalian temukan lagi planet birumu yang indah. Atau beragam bahasa yang kalian gunakan sehari-hari. Atau bahkan makanan lezat buatan ibumu yang selalu terhidang diatas meja. Paling tidak kalian pernah menikmati semua itu. Tidak denganku. Tidak dengan kami.

Setelah perang nuklir menghancurkan kota-kota besar di dunia. Setelah zaman es kedua merubah muka planet Bumi. Setelah virus K menyerang tumbuhan hingga ke akar-akarnya. Kami mulai berpikir bahwa planet Bumi tidak lagi milik kami. Maka, langkah besar pun kami ambil. Dengan kecanggihan teknologi yang kami miliki, kami melakukan terraforming di planet Mars. Namun, terraforming itu cacat. Jutaan dari kami harus tewas ketika evakuasi besar-besaran berlangsung. Sedangkan sisanya mengungsi ke Titan, satelit planet Saturnus dan hidup hingga sekarang.

Dan disinilah kami, terasing jauh dari Bumi. Tinggal di stasiun luar angkasa Telstar dan hidup seadanya.


Selasa, 26 Februari 2019

Berita "Cantik", Berita Menarik



Selamat pagi, siang, sore warga netijen yang budiman dimanapun kamu berada.
Bertemu lagi dengan saya dalam sebuah blog yang postingannya engak penting penting amat. Namun, selalu dibuat dengan perasaan yang tulus dan khidmat.

Sekarang ini kita hidup di zaman serba cepat. Hanya dengan sentuhan jempol kita bisa mendapat berita ber-mil – mil jauhnya. Situs beritapun terus tumbuh bak hujan di musim jamur (Ups, sory! Kebalik). Mengalahkan kanal berita konvensional berbasis cetak yang selama ini merajai industri berita tanah air.

Karena banyaknya situs berita maka persainganpun terjadi sangat ketat. Ahli SEO dan programmer berlomba lomba agar situs berita miliknya menguasai mesin pencari seperti google. Beritapun mereka buat dengan judul semenarik mungkin demi mendapatkan visitor sebanyak mungkin. Semakin banyak visitor yang mengunjungi situs berita, semakin banyak pula pundi pundi rupiah

Senin, 19 Maret 2018

Cerpen | Angiérs FC



“Goooooooollll!!!”

Tendangan keras dari luar kotak penalti menghujam deras ke gawang Angiérs FC. Sontak, puluhan ribu penonton yang memadati Tigre Arena, markas Tigris FC berteriak kegirangan. Panji-panji klub diangkat tinggi-tinggi. Yel-yel dikumandangkan hingga membuat berisik seisi stadion.

Hari ini adalah pekan terakhir bergulirnya Luna League yang mempertemukan Tigris FC dan Angiérs FC. Pertandingan dua rival ini selalu menarik untuk ditonton, tidak hanya warga lokal tetapi juga seluruh dunia. Kedua klub selalu saling sikut berebut peringkat atas klasemen. Menguasai hampir separuh abad berjalannya liga.

Tapi sepertinya musim ini bukan milik Angiérs FC. Pekan lalu saja mereka ditahan imbang tanpa gol oleh tim promosi FC Zapata. Pekan berikutnya dikalahkan Olympique Blitz 0-2. Sebuah pencapaian yang tidak lazim bagi klub sebesar Angiérs FC.

Kondisi ini jelas membuat presiden klub, Marc Anthony, marah besar. Esoknya, dia mengadakan rapat mendadak. Dihadiri oleh jajaran direksi, staf kepelatihan, dan beberapa official tim.

“Kita harus segera bertindak! Tak mungkin kita melihat tim ini terus berada di papan tengah. Tidak untuk musim depan!” Tegas Marc Anthony mengawali rapat pagi itu.

“Benar. Jika keadaan ini terus berlanjut, kita terancam akan kehilangan banyak sponsor potensial”, dewan direksi lain turut menimpali.

“Lalu, apa kali ini alasanmu, Sam? Bukankah semua pemain yang kau minta sudah aku beli? Harga mereka lebih mahal dari gaji semua orang yang ada disini” Ujar Marc Anthony. Semua mata lantas tertuju pada Samuel Jefferson, pelatih Angiérs saat ini.


Sabtu, 17 Maret 2018

Layar Lebar Rasa Sinetron



Sumpah mati saya tidak bermaksud merendahkan film Indonesia disini. Tulisan ini adalah murni uneg uneg saya sebagai pencinta film amatir yang coba mengkritisi apa yang terjadi di depan hidung saja.

Cerita ini bermula ketika saya menerima ajakan teman buat menonton film Ayat Ayat Cinta 2. Kami semua penasaran dengan kelanjutan kisah Fahri di Ayat Ayat Cinta pertama (2008). Apakah dia masih dengan Sabina? Apa mereka sudah punya anak? Dan terakhir yang bikin penasaran adalah melihat mantan calon pacar saya, Chelsea Islan Tatjana Saphira yang bakal beradu acting di film ini. Wuuihh…

Nah, berbekal ke-kepoan luar biasa itu kami pun berbondong bondong pergi ke bioskop Banjarsari, kota Pekalongan.

Spoiler alert!

Film Ayat Ayat Cinta 2 masih seputar kehidupan Fahri. Namun, kali ini proses syuting dilakukan di Edinburgh, Skotlandia. Diceritakan, Fahri adalah professor muda yang tinggal di lingkungan plural, dimana ada tiga agama dengan islam sebagai agama minoritas. Pesan kesan Islamophobia sangat terasa di film ini sebagai Fahri sebagai objek pesakitannya.

Seperti pada film sebelumnya, Fahri digambarkan sebagai sosok yang matang dan bijaksana. Dia menolak marah saat satu persatu tetangga memusuhinya. Fahri juga selalu menjadi penengah dari masalah dalam kehidupannya. Alhasil, satu demi satu konflik berhasil diatasi dengan kesabaran, harta, dan ilmu yang dia miliki.

Rabu, 14 Februari 2018

Obituari Musisi



Siang hari bolong yang panasnya minta ampun, saya dikejutkan dengan berita di internet yang bikin biji mata hampir keluar: ”Pentolan Band Linkin Park, Chester Benninton, meninggal dunia!”

Kontan saja berita ini langsung saya anggap hoax. Apalagi saat itu berita hoax sedang heboh hebohnya melanda Indonesia. Dan seperti yang kalian tebak, dugaan saya meleset. Chester Bennington, vokalis band Linkin Park itu tewas gantung diri di kediamannya Palos Verdes Estates, California pada Kamis (20/7/2017). Sebuah stasiun televisi swasta mewartakan lengkap dengan referensi yang dapat dipercaya. Ya Tuhaaann… cobaan apalagi ini?? :’(

Saya dan mungkin anak generasi 90’an pantas bersedih. Linkin Park adalah fenomena tersendiri di dunia musik. Musikalitas yang diusung band ini adalah perpaduan cerdas antara alternative rock dan hip hop, dihiasi sedikit sentuhan rapcore dan elektronika. Genre musik yang sangat populer kala itu. Enggak heran band ini jadi begitu terkenal karena menyentuh segmen pasar yang luas.

Perkenalan saya dengan Linkin Park bisa dibilang enggak sengaja. Berawal dari kegemaran saya menonton MTv beberapa tahun lalu. Lagu “Papercut” dan “In The End” adalah dua lagu yang sukses bikin hati saya kesengsem berat dengan band ini. Saya pun rela enggak jajan selama 2 minggu demi mendapatkan kaset ORI untuk dapat info dan lirik lagu band ini. Maklum, waktu itu mbah google belum terkenal seperti sekarang. Dan 18 tahun setelahnya, kekaguman saya terhadap band ini tidak luntur sedikitpun.

Selasa, 30 Januari 2018

Cerpen | Tanyaku Pada Rindu



Pergi kamu sana!!”, hardikku kasar kepada rindu.

Namun, kamu hanya menatapku sambil tersenyum kecil. Aku marah, hampir setiap hari kau selalu mengikutiku. Membuntuti kemanapun aku pergi. Di rumah, di taman, di gereja, dan sekarang di kampus? Kurang ajar. Ini bukan tempat yang tepat untukmu datang, bukan?

“Pergi sana!” teriakku lagi.

Tapi kali ini dengan mata melotot dan dahi yang mengkerut. Melihat ekspresi galakku, sepertinya kamu mengerti dan memutuskan untuk mundur perlahan. Aku tersenyum puas. Huh, akhirnya sadar juga, pikirku.

Aku setengah berlari menuju kelasku. Hari ini ada kuiiah Semantics. Mata kuliah dimana dosennya sangat membenci mahasiswa yang datang terlambat. Bahkan, seorang anak rektorpun sepertinya dilarang masuk ke kelas jika terlambat. Aku terus berlari menyusuri lorong lorong kampus. Cuek dengan suara suara yang memanggil namaku. Dan kali ini aku beruntung karena pintu kelas yang masih terbuka lebar.

Di kantin, aku menceritakan semuanya kepada Ossy, sahabatku. Tentang rindu yang selalu mengikutiku. Tentang sikap kasarku setiap kali dia datang. Tentang semuanya.

Jumat, 19 Januari 2018

Hak Asasi Hewan




Ada banyak peristiwa menarik di sepanjang bulan oktober ini. Hampir berbarengan dengan hari habitat sedunia tanggal 6 oktober, 4 oktober dicanangkan sebagai “Hari Hak Asasi Hewan”. Loh… loh… hewan juga punya hak asasi?

Pencetusnya bernama Heinrich Zimmerman, seorang pria berkebangsaan Jerman. Sebelum ide ini go-global acara pertama dihadiri sekitar lima ribu orang di Sport Palace, Berlin, Jerman. Setelah perjuangan tak kenal lelah Zimmerman akhirnya Kongres Internasional Animal Protection turut mencanangkan bahwa 4 Oktober adalah hari Hak Asasi Hewan sedunia. Perayaan ini kemudian sukses di adopsi oleh 40 negara di dunia. Termasuk di Indonesia.

Saya adalah satu dari jutaan orang yang mendukung gerakan ini. kenapa? Hmm… pertanyaan culun. Karena sudah saatnyalah hewan mempunyai hak hak yang sama dengan manusia.

Selasa, 24 Oktober 2017

Jomblophobia



“Sandal aja punya pasangan, masak kamu enggak?”
“Truk aja gandengan, masak kamu enggak?”
“Kota aja Samarinda, hla kamu sama siapa?”

Kira kira seperti ini bunyi meme yang berseliweran di media sosial. Ehm… lucu sih tapi menohok! Apalagi bagi kaum jomblo (dalam hal ini remaja yang belum punya pacar, HTS, hingga korban digantungin). Entah bagaimana tanggapa jomblowan dan jomblowati di luar sana. Diantara mereka pasti ada yang mewek, sedih, baper, frustasi, hingga bunuh diri. Tapi dari sini terbersit pemikiran saya bahwa remaja Indonesia itu kian takut berstatus seorang jomblo. Hmm…

Kehidupan remaja memang tak bisa dipisahkan dengan yang namanya cinta dan percintaan. Semua terasa indah jika berbahas tentang cinta. Bahkan, Kahlil Gibran, penyair terkenal itu, melukiskan bahwa cinta adalah nyala yang berkobar dalam hati manusia dan akan berjalan terus menuju keabadian. Ciee… yang lagi jatuh cinta!

Senin, 16 Oktober 2017

Cerpen | Mushola Sudut Mati



Hari ke-17 di bulan Ramadhan, suasananya masih tetap sama. Gema takbir terdengar di seantero kota, nyala kembang api menghias langit bak kunang kunang, Tua, muda, besar, kecil berduyun duyun untuk menunaikan sholat tarawih di masjid terdekat.

Ada sebuah mushola tua di komplek perumahan tempat aku tinggal. Mushola Al-Aqsa namanya. Letak mushola itu benar benar disudut mati, yaitu persis berada di ujung jalan yang buntu. Sebuah posisi yang tak lazim bagi sebuah tempat ibadah. Mungkin karena letaknya itu pula, mushola ini selalu tampak sepi. Orang - orang kompleks sini lebih suka beribadah di masjid kompleks tetangga yang lebih besar dan mewah. Mewah karena masjid tetangga difasilitasi pendingin ruangan dan beberapa spot yang bagus untuk selfie.

Minggu, 11 Juni 2017

? (Tanda Tanya)



Bagi saya, membuat judul artikel itu gampang-gampang susah. Selalu saja ada yang mengganjal. Kurang inilah kurang itulah, lebih inilah lebih itulah. Mungkin ini juga yang ikut menjadi problematika tersendiri bagi kalian yang seorang penulis.

Bagaimana tidak? Setelah berjibaku dengan deretan kata yang diuntai menjadi kesatuan yang indah, penulis harus mencari lagi judul yang dirasa pas untuk mewakili karya masterpiece mereka. Pemilihan judul juga tidak boleh sembarangan. Penulis dituntut untuk mencari judul yang singkat, komunikatif, namun tetap mampu menarik perhatian pembaca.

Semakin hari, seiring dengan semakin menggilanya dunia digital, kita semakin banyak melihat varian-varian judul yang diciptakan penulis. Semakin kreatif judul sebuah artikel dibuat, maka semakin menarik perhatian si pembaca. Banyak pula yang berpendapat bahwa pemilihan judul itu menggambarkan karakteristik kepenulisan si penulis tadi. Hmm… benarkah?

Pemilihan judul ini bisa bermacam-macam. Ada penulis yang menggunakan judul pendek dengan dua sampai tiga kata. Ada pula penulis yang menggunakan hingga lebih dari lima kata di judul artikel. Selain itu, ada juga penulis yang menggunakan banyak tanda baca seperti tanda seru (!), tanda tanya (?) atau tanda baca lainnya pada judul yang mereka buat.


Minggu, 21 Mei 2017

Cerita Kopi dan Koran Pagi


Pagi yang indah. Embun masih menetes di ujung dedaunan. Burung burung bercericit riang dibalik rimbunnya pepohonan. Sesekali mereka turun membawa ranting untuk dijadikan rumah. Awan berarak laksana kapas di langit biru. Huft… rutinitas seperti biasa di pekarangan rumah.

Aku punya cara tersendiri untuk bisa menikmati pagi. Cukup sederhana, sediakan saja koran tertibatan hari ini dan secangkir kopi hitam yang uapnya masih mengepul, maka bisa dipastikan pagi itu akan terasa lebih khidmat dan syahdu.

Entah sejak kapan ritual ini aku mulai, tapi yang jelas hampir setiap pagi aku lakukan. Kalo dipikir pikir aneh juga, bukan? Saya yang masih remaja unyu-unyu begini baca koran? Kayak orang tua saja… huehehehe
 

Sabtu, 29 April 2017

Cryosleep dalam Film



Pernahkah kamu membayangkan hidup di masa depan dan melakukan perjalanan antargalaksi?
Bagaimana kamu bertahan hidup jika itu makan waktu puluhan hingga ratusan tahun dari bumi?

***
Film Sci-Fi (fiksi ilmiah) memang selalu menarik untuk ditonton. Dibantu dengan sentuhan efek CGI, genre film ini menghidupkan segala bentuk imagi seseorang yang diinterpretasikan ke dalam layar kaca. Segala hal tentang gambaran bumi di masa depan, perang antargalaksi, dan tak ketinggalan makhluk makhluk aneh hampir selalu ditampilkan dalam film-film Sci-Fi ini.

Terkadang (dan hampir pasti), film Sci-Fi juga menampilkan khayalan tingkat tinggi paling gila yang pernah diciptakan manusia. Salah satunya adalah perjalanan antargalaksi. Dengan bermodal pesawat luar angkasa supercanggih memungkinkan manusia bepergian dari satu galaksi ke galaksi lainnya dalam tempo singkat. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari mencari planet baru untuk didiami, tujuan ilmiah dan penelitian,  perdagangan, hingga memindahkan tahanan!

Jumat, 10 Maret 2017

Project Pop, Band Parodi yang Terlupakan



Hingga saat ini, musik era 90-an masih memberikan kesan manis bagi para penikmatnya. Gimana enggak? Hampir semua genre musik tercipta kala itu. Mulai dari slow rock-nya Gigi dan Padi, ada power metalnya Jamrud dan Boomerang, ada lagu “Marsmellow”-nya D’Cinnamons dan Mocca, dan ada juga lagu ska dari Tipe X. Dengan beragamnya genre yang ada, penikmat musik hanya tinggal memilih sesuai dengan selera mereka. Asyik kan?

Ditengah hingar bingarnya musik Indonesia, pasti ada diantara kita yang mungkin melupakan grup band yang satu ini. Bukan grup band sih sebenarnya, tapi grup lawak yang menyaru sebagai grup musik. Merekalah Project Pop.

Selasa, 13 Desember 2016

Go Green dari Rumah Sendiri




Adalah suatu hal yang sia-sia jika seseorang menyerukan gerakan ramah lingkungan atau go green jika ia sendiri tidak mau berubah. Padahal, langkah perubahan sederhana saja, dari diri sendiri, dari rumah sendiri.

Selasa, 06 Desember 2016

Indonesia Trash Television Awards 2016




Ladies and gentleman…

Indonesia Trash Television Awards datang lagiii!!! Ajang satu tahunan ini tak henti-hentinya memberikan penghargaan kepada program acara di televisi Indonesia yang dianggap paling buruk dan paling tidak mendidik selama satu tahun belakangan imi.

Di hajatannya yang ke-2 ini, ITTA mengusung konsep dan tampilan baru. Konsep ini sengaja dibuat lebih catchy dan menarik agar penonton lebih mudah menangkap apa yang tersirat dan tersurat. 

 
Berbeda dengan tahun kemarin, Indonesia Trash television Awards 2016 akan menyuguhkan 8 kategori. Dari 8 kategori ini, tim juri akan menghadirkan 5-6 nominator dan kemudian akan diseleksi menjadi satu pemenang.

Siapa sih yang kenal yang namanya televise? Benda berbentuk kotak ini memang hampir setiap hari kita pantengin dari pagi sampai malem.

Eits… itu dulu bro! ketika televisi masih menyuguhkan beranekaragam tayangan menarik dan bermanfaat.

Bagaimana dengan sekarang? Joget ayan, lawakan garing, hingga acara monoton setiap hari seakan menghasut penonton Indonesia untuk segera membanting TV mereka.

Sebenarnya, tak ada yang salah jika para stasiun TV ini terus menelurkan program absurd ini, toh perusahaan TV itu juga milik mereka. Yang salah adalah mereka menggunakan FREKUENSI PUBLIK. Mau tak mau, public Indonesia terus dicekoki dengan program absurd ini.

Hasilnya sangat timpang. Disatu pihak stasiun televisi mendapat untung hingga trilliunan rupiah lewat iklan dan sponsor, dipihak lain public Indonesia mendapat ajaran pembodohan berkedok hiburan. Sadarkah kalian akan hal ini?

Berangkat dari fakta inilah Indonesia Trash Television Awards (ITTA) lahir. ITTA berusaha memilah dan memilih program mana saja yang pantas atau tidak pantas untuk ditonton agar publik Indonesia terhindar dari bibit-bibit pembodohan yang pelan-pelan menggerogoti mental kita.

And here we go...

Senin, 28 November 2016

Re-written My Dream



*Bersihin sarang laba-laba…*

Huft… enggak kerasa sudah genap sepuluh bulan blog ini terbengkalai dengan sadisnya. Jika diumpamakan binatang peliharaan sih… pasti blog ini bakal pergi meninggalkan majikannya karena sudah sepuluh bulan enggak dikasih makan!!

Kejem banget ya majikannya? Iya emang…

Tapi pasti ada alasannya dong kenapa sampai selama itu blog ini terbengkalai? Enggak lain dan enggak bukan adalah karena sang empunya blog sedang bersemedi di kaki gunung Semeru untuk meningkatkan jurus rawaronteknya. Eheheheh.. Becanda ding! Karena admin blog ini sedang menjalani dunia yang masih baru baginya yaitu “dunia kerja”. Alhamdulilaahh…

Toh enggak semuanya pekerjaan yang kita jalani berjalan mulus. Ada kalanya kita dihadapkan dengan pekerjaan yang kurang sesuai atau tak cocok dengan passion kita. Pekerjaan yang justru malah membuat kita tertekan dan tidak menikmatinya seperti kebanyakan orang normal lainnya. Hal inilah juga yang aku alami ketika baru pertama kali mencicipi dunia kerja.

Nah, dipostingan kali ini saya ingin membagikan pengalaman perihal pekerjaan pertama yang penuh lika-liku, keringat, dan derai air mata.

It’s gonna be a long story, dude, so segera pakai sabuk pengamanmu dan duduk dengan tenang.