Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2020

Seluk Beluk Sepak Bola Modern

 


Sejak ditemukan abad ke-3 sebelum masehi, mungkin tidak ada yang menyangka jika olahraga bernama sepakbola akan menjadi olahraga paling populer di planet Bumi.   

Pijakan besar sepakbola modern terjadi pada tanggal 21 Mei 1904 dimana Federasi Sepakbola Internasional atau FIFA terbentuk. Federasi ini dibuat oleh badan olahraga sepakbola yang sudah lebih dulu dibentuk yaitu: USFA (Perancis), UBSSA (Belgia), DBU (Denmark), NVB (Belanda), Madrid FC (Spanyol), SBF (Swedia), dan ASF (Swiss)1. Mereka semua berkumpul dengan harapan lahirnya sebuah wadah kerjasama asosiasi sepakbola di seluruh dunia.


Kamis, 19 November 2015

Sepakbola adalah Seni



“Football is an art, like dancing is an art – but only when it’s well done does it become an art – “

                                    Arsene Wenger – Pelatih Arsenal


Sepakbola. Sebuah mahakarya terindah umat manusia. Bagai sebuah tarian gemulai di Bolshoi Theatre, Rusia dan Teater Tosca nan menawan di Bregenz, Austria, sepakbola akan selalu mempesona jutaan pasang mata di seluruh dunia. Ini bukan sekedar tekel keras atau umpatan kasar, tapi lebih dari itu. Sepakbola berhasil memadukan tarian olah bola yang indah dan semi-drama yang tersaji di panggung berukuran 90 x 120 meter itu.

Seperti halnya karya seni, sepakbola lahir dari kebudayaan yang berkembang di suatu negara. Beberapa faktor seperti iklim, sosial budaya, dan kondisi ekonomi turut mempengaruhi gaya permainan tim sepakbola di suatu liga. Di Inggris, kita mengenal kultur sepakbola ofensif dengan determinasi tingkat tinggi yang disebut Kick and Rush. Gaya permainan ini diyakini sebagai akibat dari iklim dingin di Inggris. Sebagai catatan, cuaca dingin cenderung membuat pesepakbola bermain lebih cepat karena jika tidak maka hawa dingin akan membekukan otot mereka. Ini juga didorong oleh orang inggris yang malas menonton permainan sepakbola dengan kontrol berlama-lama. Mengapa? Karena menurut mereka hanya akan mengundang kesalahan dari para pemainnya.

Sebaliknya di Italia, yang beriklim lebih hangat memperagakan sepakbola ofensif dengan “pertahanan gerendel” yang disebut Catenaccio. Catenacio lahir karena orang italia yang lebih menikmati skill dan sepakbola indah. Ini adalah suatu bukti bahwa walaupun berupa satu cabang olahraga, namun sepakbola memiliki ciri khas berbeda karena dipengaruhi oleh kondisi geografis dan sosial budaya yang menghasilkan keberagaman teknik dan strategi.