Tampilkan postingan dengan label Trivia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trivia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2019

Berita "Cantik", Berita Menarik



Selamat pagi, siang, sore warga netijen yang budiman dimanapun kamu berada.
Bertemu lagi dengan saya dalam sebuah blog yang postingannya engak penting penting amat. Namun, selalu dibuat dengan perasaan yang tulus dan khidmat.

Sekarang ini kita hidup di zaman serba cepat. Hanya dengan sentuhan jempol kita bisa mendapat berita ber-mil – mil jauhnya. Situs beritapun terus tumbuh bak hujan di musim jamur (Ups, sory! Kebalik). Mengalahkan kanal berita konvensional berbasis cetak yang selama ini merajai industri berita tanah air.

Karena banyaknya situs berita maka persainganpun terjadi sangat ketat. Ahli SEO dan programmer berlomba lomba agar situs berita miliknya menguasai mesin pencari seperti google. Beritapun mereka buat dengan judul semenarik mungkin demi mendapatkan visitor sebanyak mungkin. Semakin banyak visitor yang mengunjungi situs berita, semakin banyak pula pundi pundi rupiah

Senin, 19 Maret 2018

Cerpen | Angiérs FC



“Goooooooollll!!!”

Tendangan keras dari luar kotak penalti menghujam deras ke gawang Angiérs FC. Sontak, puluhan ribu penonton yang memadati Tigre Arena, markas Tigris FC berteriak kegirangan. Panji-panji klub diangkat tinggi-tinggi. Yel-yel dikumandangkan hingga membuat berisik seisi stadion.

Hari ini adalah pekan terakhir bergulirnya Luna League yang mempertemukan Tigris FC dan Angiérs FC. Pertandingan dua rival ini selalu menarik untuk ditonton, tidak hanya warga lokal tetapi juga seluruh dunia. Kedua klub selalu saling sikut berebut peringkat atas klasemen. Menguasai hampir separuh abad berjalannya liga.

Tapi sepertinya musim ini bukan milik Angiérs FC. Pekan lalu saja mereka ditahan imbang tanpa gol oleh tim promosi FC Zapata. Pekan berikutnya dikalahkan Olympique Blitz 0-2. Sebuah pencapaian yang tidak lazim bagi klub sebesar Angiérs FC.

Kondisi ini jelas membuat presiden klub, Marc Anthony, marah besar. Esoknya, dia mengadakan rapat mendadak. Dihadiri oleh jajaran direksi, staf kepelatihan, dan beberapa official tim.

“Kita harus segera bertindak! Tak mungkin kita melihat tim ini terus berada di papan tengah. Tidak untuk musim depan!” Tegas Marc Anthony mengawali rapat pagi itu.

“Benar. Jika keadaan ini terus berlanjut, kita terancam akan kehilangan banyak sponsor potensial”, dewan direksi lain turut menimpali.

“Lalu, apa kali ini alasanmu, Sam? Bukankah semua pemain yang kau minta sudah aku beli? Harga mereka lebih mahal dari gaji semua orang yang ada disini” Ujar Marc Anthony. Semua mata lantas tertuju pada Samuel Jefferson, pelatih Angiérs saat ini.


Rabu, 14 Februari 2018

Obituari Musisi



Siang hari bolong yang panasnya minta ampun, saya dikejutkan dengan berita di internet yang bikin biji mata hampir keluar: ”Pentolan Band Linkin Park, Chester Benninton, meninggal dunia!”

Kontan saja berita ini langsung saya anggap hoax. Apalagi saat itu berita hoax sedang heboh hebohnya melanda Indonesia. Dan seperti yang kalian tebak, dugaan saya meleset. Chester Bennington, vokalis band Linkin Park itu tewas gantung diri di kediamannya Palos Verdes Estates, California pada Kamis (20/7/2017). Sebuah stasiun televisi swasta mewartakan lengkap dengan referensi yang dapat dipercaya. Ya Tuhaaann… cobaan apalagi ini?? :’(

Saya dan mungkin anak generasi 90’an pantas bersedih. Linkin Park adalah fenomena tersendiri di dunia musik. Musikalitas yang diusung band ini adalah perpaduan cerdas antara alternative rock dan hip hop, dihiasi sedikit sentuhan rapcore dan elektronika. Genre musik yang sangat populer kala itu. Enggak heran band ini jadi begitu terkenal karena menyentuh segmen pasar yang luas.

Perkenalan saya dengan Linkin Park bisa dibilang enggak sengaja. Berawal dari kegemaran saya menonton MTv beberapa tahun lalu. Lagu “Papercut” dan “In The End” adalah dua lagu yang sukses bikin hati saya kesengsem berat dengan band ini. Saya pun rela enggak jajan selama 2 minggu demi mendapatkan kaset ORI untuk dapat info dan lirik lagu band ini. Maklum, waktu itu mbah google belum terkenal seperti sekarang. Dan 18 tahun setelahnya, kekaguman saya terhadap band ini tidak luntur sedikitpun.

Minggu, 21 Mei 2017

Cerita Kopi dan Koran Pagi


Pagi yang indah. Embun masih menetes di ujung dedaunan. Burung burung bercericit riang dibalik rimbunnya pepohonan. Sesekali mereka turun membawa ranting untuk dijadikan rumah. Awan berarak laksana kapas di langit biru. Huft… rutinitas seperti biasa di pekarangan rumah.

Aku punya cara tersendiri untuk bisa menikmati pagi. Cukup sederhana, sediakan saja koran tertibatan hari ini dan secangkir kopi hitam yang uapnya masih mengepul, maka bisa dipastikan pagi itu akan terasa lebih khidmat dan syahdu.

Entah sejak kapan ritual ini aku mulai, tapi yang jelas hampir setiap pagi aku lakukan. Kalo dipikir pikir aneh juga, bukan? Saya yang masih remaja unyu-unyu begini baca koran? Kayak orang tua saja… huehehehe
 

Senin, 28 November 2016

Re-written My Dream



*Bersihin sarang laba-laba…*

Huft… enggak kerasa sudah genap sepuluh bulan blog ini terbengkalai dengan sadisnya. Jika diumpamakan binatang peliharaan sih… pasti blog ini bakal pergi meninggalkan majikannya karena sudah sepuluh bulan enggak dikasih makan!!

Kejem banget ya majikannya? Iya emang…

Tapi pasti ada alasannya dong kenapa sampai selama itu blog ini terbengkalai? Enggak lain dan enggak bukan adalah karena sang empunya blog sedang bersemedi di kaki gunung Semeru untuk meningkatkan jurus rawaronteknya. Eheheheh.. Becanda ding! Karena admin blog ini sedang menjalani dunia yang masih baru baginya yaitu “dunia kerja”. Alhamdulilaahh…

Toh enggak semuanya pekerjaan yang kita jalani berjalan mulus. Ada kalanya kita dihadapkan dengan pekerjaan yang kurang sesuai atau tak cocok dengan passion kita. Pekerjaan yang justru malah membuat kita tertekan dan tidak menikmatinya seperti kebanyakan orang normal lainnya. Hal inilah juga yang aku alami ketika baru pertama kali mencicipi dunia kerja.

Nah, dipostingan kali ini saya ingin membagikan pengalaman perihal pekerjaan pertama yang penuh lika-liku, keringat, dan derai air mata.

It’s gonna be a long story, dude, so segera pakai sabuk pengamanmu dan duduk dengan tenang.


Sabtu, 02 Januari 2016

(Sok) Bijak Rayakan Tahun Baru



Fiuhh...  enggak kerasa tahun 2015 sudah kita lalui. Segala macem suka duka, perjuangan, pengorbanan dan air mata campur aduk bak gado-gado. Karena rasanya yang mirip gado-gado ini hendaknya kita menikmatinya sambil ditemani rempeyek udang dan satu gelas teh anget. Nyaaammmm...

Yeah... namanya juga asem manis hidup. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Tul’ enggak?

Mumpung suasananya masih berbau-bau tahun baru, saya ingin menyimak cara-cara kita semua dalam merayakannya. Yap, tahun baru kali ini berasa istimewa karena bersamaan dengan liburan sekolah selama 2 minggu full, plus harpitnas (Hari Kejepit Nasional) gegara dua hari besar keaganaan yaitu natal dan maulid nabi. Dan episode pamungkasnya adalah tahun baru ini...

Suara terompet tahun baru bersahutan diseantero kota di Indonesia. Ribuan ton kembang api diluncurkan ke angkasa di seluruh dunia. Di kota saya sendiri, acara pergantian tahun berlangsung meriah. Semua orang: tua muda, besar kecil, kaya miskin, pengangguran maupun pengusaha, berpasangan maupun jomblo tumpah ruah di jalanan. Semua orang larut dalam kebahagiaan, apalagi dtambah dengan atraksi kembang api selama 15 menit cukup untuk memacetkan lalu lintas pantura pada malam itu.

Tapi apa yang terjadi keesokan harinya??


Sabtu, 14 November 2015

Fashion Kampus



Kehidupan kampus itu enggak melulu berkutat dengan tugas yang menumpuk, dosen killer, atau skripsi yang tak kunjung selesai. Dibalik suasana suram itu semua, masih banyak kok hal-hal yang menarik yang bisa diambil di seputaran kampus. Salah satunya adalah menyimak gaya berpakaian mereka sehari-hari.

Bagi mahasiswa sendiri, gaya berpakaian adalah hal yang super duper penting karena selain sebagai simbol identitas dan ekspresi diri, gaya berpakaian yang baik bisa menumbuhkan percaya diri di lingkungan kampus. Jadi enggak heran jika ada mahasiswa/i yang rela memotong uang jajannya untuk sekedar membeli baju atau aksesori pelengkap tubuh mereka.

Nah, jika semasa SMA para mahasiswa ini “dipaksa” untuk terus memakai seragam putih abu-abu. Kini di bangku kuliah, mereka bebas bereksperimen dengan mengkombinasikan fashion style sesuai dengan keinginan mereka. Tentu saja dengan tetap mematuhi norma kesopanan kalo enggak mau digaruk satpol PP alias satpam kampus.

But eniwei... selain tentang selera dan tren fashion yang sedang terjadi, fashion mahasiswa kampus juga banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini nih yang menentukan kebebasan mahasiswa dalam berpakaian. Mau tau faktor apa itu? Mau tau aja apa mau tau banget? Huehehe... Oke, daripada ngambek gitu, yuk kita simak pengkategorian fashion kampus berikut ini...


Kamis, 17 September 2015

Jl. Kompasiana RT. 03 / RW.05



Setelah hampir setengah tahun menjadi silent reader di Kompasiana, akhirnya saya ikut bergabung juga menjadi member disini. Ada sedikit ketakutan ketika saya menulis artikel pertama berupa puisi sederhana kemarin. Apakah puisi saya ini akan dibaca? Akankah puisi saya ini bakal HL? Ataukah server kompasiana akan error menerima artikel saya yang masih acakadut enggak keruan? I don’t know babar blas, dude!

Tapi yang jelas, ada semangat menggebu untuk ikut serta bergabung di dunia persilatan Kompasiana. Semangat yang berkobar – kobar didalam jiwa dan raga #lebay

Kenapa sih gabung ke Kompasiana?

Kata mamah saya, mencari teman itu haruslah berhati – hati. Jika ingin pintar, bergabunglah dengan orang – orang pintar, karena pengaruh lingkungan akan menentukan pribadi kita nantinya. Ini juga salah satu alasan saya bergabung di wadah komunitas Kompasiana. Menurut saya, kompasiana itu berisi orang – orang yang cerdas, kreatif, dan lugas dalam menanggapi suatu hal. Ini terlihat dari artikel berisi analisis dan pendapat yang tertuang dalam tiap artikel yang mereka buat. Kadang mereka juga mendukung dan menyanggah pendapat kompasioner lain, tapi tetap dengan cara yang santun dan elegan. Kondisi sportif inilah yang bikin saya betah untuk membaca artikel demi artikel di Kompasiana.

Senin, 07 September 2015

Rumahku, Istanaku


Rumah...

Ada sebagian orang yang berpendapat rumah adalah simbol prestise, yang hanya untuk ditinggali, dirawat, kemudian ditinggalkan hingga akhirnya dilupakan. Bagi mereka, rumah harus dibangun bertingkat-tingkat, dengan tembok tinggi disekelilingnya, plus satpam dan dua anjing galak yang menjaganya.

Tapi bagiku, rumah bukan hanya sekedar itu...

Rumahku, istanaku tidak hanya sekedar tumpukan bata dan segala perabotan mewah yang menghias didalamnya. Rumah, akan menjadi sebuah “istana” apabila diisi dengan satu hal penting, yaitu kehangatan keluarga. Tanpa satu syarat ini, rumah yang berdiri megah pun akan terasa seperti gubug reyot nan sepi jika tidak ada sentuhan hangat keluarga. Sebuah paradoks yang juga menjelaskan kepada kita bahwa betapa kebahagian itu tak bisa dibeli dengan uang satu karung sekalipun.

Sabtu, 05 September 2015

Mentari di Bumi Papua



Jika kita melihat sekelebatan berita dari media massa tentang Papua, biasanya berita itu berupa kekerasan, perang antarsuku, dan separatisme. Sangat jarang kita melihat adanya berita tentang keharmonisan antarsuku di Jayapura, Jalan yang rusak di Puncak Jaya, serta pembangunan infrastrukturnya.

Keadaan ini menciptakan stigma negatif yang melekat pada diri orang Papua. Orang Jawa (dan luar jawa) selalu menganggap orang Papua itu kasar, primitif, dan terbelakang.

Hal ini diperparah juga dengan sikap pemerintah yang terlalu memusatkan pembangunan di pulau Jawa sehingga tercipta ketidakmerataan pembangunan, khususnya di Indonesia timur. Sehingga bisa dipastikan, hampir separuh masyarakat Papua hidup dibawah garis kemiskinan.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Indonesia Trash Television Awards



Saya mencoba mengingat – ingat, sejak kapan ya acara televisi sudah enggak menarik lagi?

Karena ada suatu masa dimana televisi adalah hiburan utama orang Indonesia. Beberapa tahun lalu, acara tv legendaris lahir seperti misalnya sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan Keluarga Cemara yang mengajarkan kita betapa pentingnya arti sebuah keluarga ditengah kesederhanaan. Di bidang musik, lahir juga MTV. Program musik berkualitas yang enggak hanya dipresenteri VJ berbakat, tapi juga acara yang dikemas menarik dan juga informatif.

Ketika saya berinjak dewasa (baca: TUA), saya seakan menjadi saksi bisu betapa anjloknya kualitas acara televisi di Indonesia. dimana sinetron sekarang malah mengajarkan kita cara merebut harta dan wanita dengan baik. Program musik yang enggak jelas lagi antara live show musik dengan live show masak serta sisipan games yang enggak penting. Dan acara kuis yang nyambi jadi infotainment. Sekali lagi saya hanya menjadi saksi bisu, saksi yang hanya melihat tanpa bisa berbuat apa-apa. Tentu saja sambil membayangkan generasi muda indonesia yang ikut-ikutan bodoh karena dicekoki dengan tontonan yang bodoh.

Selasa, 30 Juni 2015

Ketika Rupiah Menjadi Sampah...


Sore-sore, ketika lagi asyik nyapuin halaman (rajin MODE:ON) saya melihat uang logam Rp. 100 yang ikutan tersapu. Duh.. siapa sih yang buang-buang uang disini? Mentang-mentang duit seratus nilainya kecil. Paling enggak kan bisa untuk bayar pengamen atau pengemis yang biasa mampir ke rumah, pikir saya.

Yakin deh, hampir semua orang indonesia pernah mengalami kejadian yang mirip-mirip diatas. Dimana uang seratus rupiah hampir enggak digunakan lagi. Buktinya, coba kamu intip dompet temen kamu (kalo diijinin), rata-rata isinya adalah uang kertas, uang receh paling ada Rp.500 atau Rp. 1.000, jarang ada yang nyimpan uang seratus perak.

Kalo ditanya alasannya klasik, yaitu bikin dompet tambah berat atau bawa uang seratus perak itu enggak efisien. Tapi bener enggak sih?

Selasa, 23 Juni 2015

Kementerian Sosial Media



Internet itu udah jadi semacam candu buat sebagian besar rakyat Indonesia. Enggak dipungkiri sih, karena segala yang kita butuhkan ada disana. Yang pengen belanja, disediain toko online. Yang lagi suntuk, disediain game online. Yang lagi jomblo, disediain pacar online.

Entah karena jumlah tuna-asmara di Indonesia yang sudah semakin membludak, sosial media adalah media yang paling banyak di akses di Indonesia. Dimana 79,7 % dari total populasi di Indonesia adalah pengguna sosial media aktif! Pengguna sosial media, yang akrab disapa netizen, terkenal sangat kritis pada kejadian-kejadian viral yang sedang hot, punya rasa solidaritas yang tinggi, dan rata-rata punya jempol berukuran besar! :D

Biar bagaimanapun, efek sosial media lebih banyak buruknya daripada baiknya. Efek baiknya, sosial media memberikan akses informasi tanpa batas, memperluas pergaulan, dan sebagai sarana promosi yang murah dan efisien. Sedangkan sisi buruknya, sosial media membuka peluang tindak kejahatan yang lebih luas dan berbahaya.

Lantas, sudahkah netizen memanfaatkan sosial media dengan baik? Hmm... ternyata belum. Masih banyak oknum netizen yang memanfaatkan sosial media sebagai media baru untuk tindak kejahatan, seperti penipuan, penculikan, pornografi, bullying, pencitraan, prostitusi, penyebaran hoax, bahkan pemerasan. Banyak korban netizen yang dirugikan karena adanya tindak kejahatan dunia sosial media ini. Perlindungan hukum untuk melindungi netizen pun juga masih minim.

Jumat, 29 Mei 2015

Mesin Waktu Bernama Lagu



Saat mendengarkan sebuah lagu, terjadi suatu proses electrical-chemical di dalam otak kita bagian kanan. Efeknya, masalah yang selama ini membelenggu sejenak mencair, mood yang semula drop seakan meningkat, sehingga kita tak sadar akan terhipnotis dengan alunannya yang menggelayut dalam jiwa dan raga. Dan ketika kita mengeraskan volume suaranya maka tetangga sebelah rumah akan berteriak lantang "Wooy! Matiin musik lo! Berisiiiikk!"

Terlepas dari masalah tetangga tadi, musik memiliki sifat khas yang unik. Musik itu kekal. Punya dimensi ruang dan waktu yang tak terbatas. Misalnya, jika seseorang fans berat sebuah lagu, dia pasti selamanya akan ingat lirik-nya, nada-nya, bahkan tempat pertama kali lagu itu didengarkan.

Sabtu, 16 Mei 2015

MLS : Retirement League

Major League Soccer (MLS) atau liga supernya Amerika Serikat lagi terkenal banget nih. Bukan karena prestasinya sih tapi lebih karena banyaknya pemain kelas dunia yang sudah uzur memilih untuk menggantung sepatu mereka disana.

MLS sendiri adalah liga gabungan antara klub sepak bola Amerika dan Kanada. Dan ternyata, liga ini masih tergolong baru hlo, yaitu baru didirikan tahun 1994. Pendiriannya ini dipastikan hanya untuk sekedar meramaikan Piala Dunia yang diselenggerakan pada tahun yang sama di Amerika. Yang unik dari MLS adalah liga ini tak mengenal promosi dan degradasi seperti halnya liga-liga di dunia. Dan yang paling uniknya lagi, sekarang banyak (mantan) pemain-pemain bintang dunia yang berbondong-bondong hijrah ke liga “amatiran” ini.

Jumat, 15 Mei 2015

Tentangmu




Semua tentangmu, hanya membuatku duduk diam membisu
Menatap indah pagi dengan sembab sendu
Mengenang lembut jemarimu menyentuh kalbu
Dan senyum terakhirmu yang berbalut sembilu

                     Biarkan, biarkan kisah itu hidup dalam simfoni merdu
                          Mengiringi sisa hidupku yang pilu
                          Tanpa berharap cerita ini hilang ditelan waktu


Oh bulan... bebaskan aku dari harapan semu
Yang berbisik lembut memenuhi isi kepalaku
Takkan kubawa senyum elokmu itu
Hingga sampai ditempat terakhirku beradu


Tapi sepertinya aku tak mampu...





Imaginary Girlfriend

a.k.a pacar khayalan. Pacar khayalan biasanya muncul sesaat bagi jomblo akut atau remaja yang punya penyakit susah jodoh. Nah, sekali pacar ini muncul, penderita biasanya mengalami gejala gejala seperti senyum senyum sendiri, ketawa sendiri, dan yang paling parah adalah malming pergi ngapel, tapi ditengah jalan dia lupa kalo dia itu jomblo!


Nah, demi mengusir segala kesepian di hati, jomblowan ini iseng-iseng membuat list absurd tentang pacar khayalan demi masa depannya yang lebih cerah. Enggak tanggung-tanggung, yang dia bikin adalah list para artis muda yang lagi naik daun. Yah, namanya juga iseng-iseng, siapa tau jadi jodoh beneran. Kita kan enggak pernah tau? Muehehehe...


Begini nih kira-kira list imaginary girlfriend miliknya...

Kamis, 14 Mei 2015

Jilboobs

Jujur nih, sebenarnya sih saya sudah berusaha untuk tidak membahas masalah ini disini. Toh, tren satu ini sudah mulai dilupakan. Lagian sudah ada ratusan site yang membahas masalah yang sama. Tapi karena tangan udah gatel banget pengen nulis tentang ini, yaudah deh, jebol juga imannya! #khilaf

Mari kita lupakan sejenak tentang gaya hijab yang lipet sana lipet sini, gulung sana gulung sini, karena ada tren fashion hijab berjudul jilboobs. Tapi disini saya hanya akan membahas tentang sudut pandang pria cowok tentang fenomena satu ini. Karena se-keren kerennya wanita berdandan, toh pada akhirnya pria juga yang menilai kecantikan mereka. Bener enggak nih?
 
Bener banget dong...

Rabu, 15 April 2015

Bullying Jomblo di IG



Kemarin kemarin, ada sebuah “tren” di postingan instagram yang bikin para jomblo dari sabang sampai marauke teriak teriak mewek. 

Mereka protes...
mereka ngeles...
mereka pajang foto topless...


Minggu, 12 April 2015

Cinta Yang Salah



Lagi-lagi tentang cinta. Demen banget sih admin bahas tentang ini? Padahal kan statusnya sekarang masih jomblo? Muehehehe... tak apalah. Biarpun jomblo kan belum tentu laku. But, eniwei, cinta itu bisa bikin hati setiap insan di dunia berbunga-bunga hlo. Enggak percaya? Dulu ane juga sering jatuh cinta. Indah banget! Makan tempe aja rasanya kayak makan sandwich!

Contoh gambaran simple-nya gini nih...

Sejak pacaran sama dia, hidupku jadi beda...
Sejak pacaran sama dia, hidupku jadi berwarna...
Sejak pacaran sama dia, aku jadi suka buang air lewat jendela...