Jumat, 29 Mei 2015

Mesin Waktu Bernama Lagu



Saat mendengarkan sebuah lagu, terjadi suatu proses electrical-chemical di dalam otak kita bagian kanan. Efeknya, masalah yang selama ini membelenggu sejenak mencair, mood yang semula drop seakan meningkat, sehingga kita tak sadar akan terhipnotis dengan alunannya yang menggelayut dalam jiwa dan raga. Dan ketika kita mengeraskan volume suaranya maka tetangga sebelah rumah akan berteriak lantang "Wooy! Matiin musik lo! Berisiiiikk!"

Terlepas dari masalah tetangga tadi, musik memiliki sifat khas yang unik. Musik itu kekal. Punya dimensi ruang dan waktu yang tak terbatas. Misalnya, jika seseorang fans berat sebuah lagu, dia pasti selamanya akan ingat lirik-nya, nada-nya, bahkan tempat pertama kali lagu itu didengarkan.


Ini dipengaruhi karena hubungan maha dahsyat antara lagu itu dengan intuisi manusia yang mendengarkan. Otak manusia akan merekam gambar dan suara secara bersamaan dan bukan enggak mungkin akan mengingat semua momen itu kembali.


Masih kurang paham? Contoh simpelnya gini nih:

·  Jika kita jalan-jalan ke mall, lalu secara enggak sengaja mendengar lagu “My Heart Will Go On”-nya Celine Dion. Sejenak, kita akan diajak ke tahun 1997 sambil membayangkan kembali gimana hubungan romantis Jack dan Rose dalam film legendaris Titanic. Iya kan?


·      Ketika hari ibu, kita akan sering mendengar lagu Melly Goeslaw yang berjudul “Bunda”, dan seketika itu juga pikiran kita akan melesat ke masa lalu melihat kembali pejuangan dan kasih sayang ibu kepada kita. Bener enggak nih?

·        Jika kita enggak sengaja mendengar lagu cinta bareng mantan dulu, maka kenangan bersamanya akan datang tanpa diundang. Kenangan waktu jalan bareng di pantai, kenangan waktu naik sepeda motor bareng, dan kenangan pahit manis lainnya. #edisicurhat :’(

    

Ibarat mesin waktu, lagu mampu membuat kita melayang menuju masa lalu mengingat apa yang terkenang dari lagu itu. Enggak peduli kenangan baik atau buruk, memori otak secara otomatis me-replay dengan membuka kembali kenangan lama satu demi satu.

Enggak usah lagi deh kita ngarepin ada mesin waktu doraemon untuk bisa kembali ke masa lalu. Karena mesin waktu itu bernama lagu.



Enggak usah, Mon!
Pake lagu aja udah cukup kok...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar